Keindahan Dari Pulau Salawati di Papua Barat

Keindahan Dari Pulau Salawati Di Papua Barat
Keindahan Dari Pulau Salawati Di Papua Barat

Sekitar 80% dari total wilayah Kabupaten Raja Ampat berbentuk air. Para pecinta sejati wisata bahari dijamin tidak akan kecewa. Raja Ampat adalah sebuah pulau di barat laut wilayah Kepala Burung, Papua Barat, yang memiliki lebih dari 1.500 pulau kecil. Empat pulau utama adalah Misool, Salawati, Batanta, dan Waigeo. Total luas air dan tanah di Raja Ampat mencapai 40.000 km2, ini termasuk taman nasional laut terbesar di Indonesia, yaitu Teluk Cendrawasih.

Keindahan bawah laut Raja Ampat sudah terkenal di kalangan penyelam profesional dunia. Mereka menyebut kepulauan ini sebagai salah satu dari 10 situs penyelaman terbaik di dunia. Berdasarkan perhitungan Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang (Coremap), Raja Ampat memang memiliki kekayaan dan keunikan spesies yang tinggi. Setidaknya 1.104 spesies ikan ditemukan, 699 jenis moluska, dan 537 spesies hewan karang.

Selain itu, Raja Ampat juga memiliki keanekaragaman terumbu karang, padang lamun, hutan bakau, dan pantai tebing berbatu yang indah. Potensi ini menarik sejumlah pengusaha ekowisata untuk mengembangkan akomodasi. Oleh pemerintah Indonesia, wilayah ini juga diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia ke UNESCO.

Kepulauan Raja Ampat terkenal akan keindahan alamnya dan masih sangat alami. Ada beberapa pulau dengan pemandangan pantai dan potensi wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah Pulau Salawati. Pulau Salawati adalah salah satu dari empat pulau utama di Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat. Luas wilayahnya sekitar 1.623 Km. Hampir tiga perempat dari Pulau Salawati adalah hutan sagu yang lebat. Pohon sagu di sini tumbuh liar tanpa ada yang menanam.

Ini adalah lokasi ditemukannya spesies baru ikan pelangi Salawati. Spesies ini ditemukan oleh tim peneliti dengan Indonesia dan Perancis. Ikan pelangi Salawati atau nama Latin Melanotaenia Salawati adalah ikan ke-19 yang ditemukan melalui eksplorasi keanekaragaman hayati ekoregion Kepala Burung Papua. Ikan pelangi Salawati ditemukan di sungai Doktor, tepat di sudut barat pulau atau sekitar 64 km barat Sorong, Papua Barat.

LIHAT JUGA  Keindahan Dari Pantai Waiwo Yang Bikin Gak Mau Pulang

Keindahan ikan ini adalah karena warna kulitnya yang berwarna-warni. Berbalut garis ungu di punggung hingga ungu muda di pangkal ekor. Penutup insang ditaburi percikan emas dan jarak daun hijau. Bagian sirip perut hingga ujung sirip ekor violet yang tersebar terang disusul oleh titik-titik biru. Selain itu, percikan biru gelap tampak melebar di bagian belakang tubuhnya. Temuan ini sepertinya menegaskan kembali betapa kaya keanekaragaman flora dan fauna di Papua, terutama Raja Ampat.

Kondisi pulau yang masih sangat sepi, tenang dan nyaris perawan membuat banyak wisatawan memburu tempat ini. Tidak hanya itu, Salawati juga menjadi peneliti jujugan dari berbagai negara untuk mempelajari kekayaan alam mereka. Pantai berpasir yang juga putih ditambah pepohonan hijau di sekitar pantai menjadikan tempat ini layak dikunjungi. Karena tidak begitu luas, pulau ini hanya bisa dimasuki oleh 2 kapal bermotor.

Anda juga dapat menyaksikan bunker Perang Dunia II buatan Belanda dan Jepang, tarian dan air terjun Wor. Selain menjadi cantik dan sifatnya yang unik, kearifan lokalnya juga menjadi daya tarik tersendiri. Untuk mencapai Pulau Salawati, Anda harus turun di Bandara Kota Sorong. Penyeberangan dari kota Sorong ke Salawati membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan, melewati pulau-pulau kecil yang indah dan tidak berpenghuni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here